Ada semacam situasi aneh yang tak terlukiskan yang terjadi antara Emery dan Klea saat itu. Mereka saat ini tinggal bersama di sebuah rumah kecil di tanah asing bersalju. Itu adalah tempat kecil yang nyaman dengan interior kayu yang dihangatkan oleh perapian dalam ruangan kecil. Sebuah pengalaman yang benar-benar unik.
Semenjak Klea meminum ramuan yang meragukan itu, yang menyebabkan tubuhnya tiba-tiba mati, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur, tertidur karena kelemahannya yang teramat sangat.
Tidak hanya itu, ia juga tampak seperti sedang bermimpi – mimpi yang tak pernah berakhir. Sering kali, Emery memergokinya membisikkan sesuatu saat tidur, seolah-olah ia sedang melakukan semacam pencarian.
Ketika terbangun, Klea akan menyadari bahwa dirinya terlalu lemah untuk berdiri dan, dalam beberapa menit, ia akan kembali jatuh ke dalam pelukan mimpinya. Kulitnya benar-benar membuat Emery tidak bisa meninggalkannya sama sekali.
Ini sudah hari ketiga, Emery telah menyiapkan sup hangat untuknya. Ia tidak pernah benar-benar memasak sebelumnya, tetapi kondisinya membuatnya memaksakan diri untuk mencoba dan menjelajah ke wilayah yang belum dipetakan.
Awalnya, kepercayaan diri Emery sedang tinggi-tingginya karena pengalamannya yang banyak di bidang apotek. Namun, kenyataan segera membuatnya patah semangat saat mengetahui bahwa memasak adalah hal yang sama sekali berbeda.
Perbedaan kecil antara gula dan garam selalu berhasil mengelabui dia. Keduanya tampak sama di matanya!
Lagipula, apa sebenarnya maksud resep tersebut ketika mereka mengatakan ‘taruh garam dan merica secukupnya’?
Apakah itu satuan pengukuran umum?
Bagaimana pun, Emery tentu menikmati saat-saat terbaik dalam hidupnya saat ia berpetualang di dunia memasak.
Setelah tiga hari, dan beberapa kali gagal dalam seni memasak, Emery akhirnya memberanikan diri untuk memberikan hasil kerja kerasnya kepada Ratu Mesir yang setengah tertidur.
Dengan tubuhnya yang lemah, Klea menyuap satu sendok sup yang tersaji di hadapannya, Emery melihat wajah Klea langsung berubah ceria dengan mata melotot begitu sendok itu masuk ke dalam mulutnya.
‘Ini pertanda baik, kan!? Kondisinya makin membaik!’ pikir Emery dalam hati.
Dengan sisa tenaga yang ada di tubuhnya, Klea membuka mulutnya. “A-Apa kamu yang masak ini, Emery?”
Kegugupan tampak jelas di wajah Emery saat dia menganggukkan kepalanya. “Ya, benar sekali… Jadi, bagaimana?”
Sambil menggelengkan kepalanya perlahan, dia menjawab, “Ini adalah sup terburuk yang pernah aku rasakan.”
Emery tercengang dan terdiam oleh jawaban langsungnya, tetapi apa yang dilakukan Klea selanjutnya lebih mengejutkannya. Dia meraih mangkuk dan menuangkan isinya ke dalam mulutnya, menghabiskan sup yang dibuat Emery sekaligus sebelum dia membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
“Terima kasih, Emery… Aku suka itu.”
Emery, tentu saja, menyadari makna di baliknya. Sejak hari itu, ia memutuskan untuk berhenti mencoba menjadi juru masak dan meminta makanan dari istana sebagai gantinya.
Sementara Klea kembali ke mimpinya, Emery melanjutkan mantra [Nature Grasp]nya.
Setelah tiga hari berkultivasi, dia hanya berhasil meningkatkan kekuatan rohnya sebanyak dua poin, dan bahkan butuh waktu lima hari untuk mendapatkan yang ketiga.
[Kekuatan Roh 538]
Kemajuan yang ditunjukkan Emery saat ini sebenarnya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan dirinya sebelumnya, tetapi itu masih belum cukup. Ia membutuhkan lebih banyak kekuatan spiritual untuk bangkit sebelum pemanggilan berikutnya tiba.
Emery menghitung hari-hari yang tersisa dan menyadari dua tahun telah berlalu sejak kepulangannya ke Bumi, yang berarti hanya tersisa satu tahun lagi. Ini sungguh berita buruk, karena ia masih harus mengumpulkan 462 kekuatan roh.
Emery benar-benar harus kembali ke Khaos Space sesegera mungkin. Kalau tidak, dia akan mendapat masalah saat pemanggilan kembali tiba.
Untungnya, pada hari keenam, Klea akhirnya mampu bangun dari tempat tidurnya dan berbicara dengan jelas.
Saat ini, Klea menatap Emery dengan ekspresi senang sekaligus malu, karena ia menyadari Emery telah dengan sabar menunggu dan merawatnya selama beberapa hari terakhir.
“Terima kasih, Emery.” Mata Klea menatap lurus ke arahnya, sementara senyum mengembang di bibirnya. Meskipun kulitnya masih agak pucat, itu adalah senyum paling menyentuh hati yang pernah dilihat Emery darinya.
Menatap matanya yang indah, Emery merasakan detak jantungnya semakin cepat; sayangnya, Raja Fjolnir datang melalui pintu dan memecah momen di antara mereka.
Pria itu langsung memutuskan untuk menjenguk Klea saat mendengar kabar kesembuhannya; Klea menceritakan mimpi yang dialaminya kepada pria itu. Ekspresi terkejut perlahan muncul di wajahnya saat mendengarkan Klea menceritakan pengalamannya.
Ketika ditanya mengapa dia terkejut, Fjolnir terbatuk dan berkata, “Sepertinya dia telah berhasil membuka jiwa binatang yang luar biasa.”
Sayangnya, menurut Fjolnir, ritual dan mimpi itu hanyalah langkah awal dari proses tersebut. Ia masih butuh waktu lebih lama untuk akhirnya bisa memanggil roh tersebut.
Emery yang mendengarkan percakapan mereka berdua menjadi penasaran dan bertanya, “Dan butuh waktu berapa lama, Tetua?”
“Hewan roh normal biasanya membutuhkan waktu paling lama berhari-hari atau berminggu-minggu, sedangkan hewan roh spesial seperti yang dialami Klea dalam mimpinya mungkin akan membutuhkan waktu berbulan-bulan”
Sayangnya, Klea akan membutuhkan totem hewan dan bantuan seorang dukun untuk membimbingnya, terutama dengan roh hewan khusus yang ditemuinya. Oleh karena itu, raja menyarankan untuk tidak meninggalkan tempat ini untuk sementara waktu.
Wajah Emery menunjukkan ekspresi rumit ketika dia mendengar penjelasan Fjolnir.
Klea melihat ekspresinya dan cukup cerdik untuk tahu bahwa dia punya hal penting lain yang harus dilakukan selain menemaninya. Hanya saja, dia sedang mengalami salah satu saat terbaik dalam hidupnya di tempat ini, hanya bersama mereka berdua.
Butuh beberapa hari yang menyenangkan baginya, sebelum dia akhirnya rela melepaskannya.
“Saat panggilanku siap, aku bisa segera menemukanmu, Emery. Kau harus melanjutkan latihanmu sekarang. Jangan khawatirkan aku,” kata Klea sambil tersenyum.
Dengan itu Emery membuat tanda formasi batu lain di tempat itu. Ia tahu ia akan datang mengunjungi tempat ini lagi di masa mendatang, seperti semua tempat yang telah ia tandai sebelumnya.
Setelah itu, ia menunggang kuda dan melakukan perjalanan ke barat, menuju kota bernama Bergen, yang terletak di seberang Laut Britania.
“Sampai jumpa nanti, Klea,” kata Emery sebelum sosoknya menghilang di cakrawala barat.